Pengamat komik, Yasraf Amir Piliang, mencatat buku ini sebagai karya yang mengajak pembaca untuk ”…merebut kembali dunia harian yang nyata, yang nyaris tergilas oleh hiruk pikuk dunia urban, nyinyir media massa, dan banalitas dunia hiburan…”. Sementara kartunis Dwi Koendoro mencatat garis skets dan teks buku ini sebagai ceria, nakal, dan menggelikan. ”Kita diajak naik angkot, berlomba naik sepeda bersama keluarganya."
Cerpen Kipanji Kusmin: Langit Makin Mendung
13 tahun yang lalu
